di dalam ruang kamar mandi, aku bawa secangkir kopi hangat lalu kutaruh di wastafel.
ruang sekecil ini menghimpit dan mendorong daya pikirku pada sebuah pucuk.
distorsi-distorsi pikiran dari keriuhan internet aku tinggalkan.
aku disini, sendiri, di dalam sana dan berpikir.
dengan goresan-goresan pena.
bertanya hendak kemana ?
No comments:
Post a Comment