Sejak kali pertama melihat test setup GIS kami, saya sudah jengah melihat palu, yg menurut PhD student supervisor saya merupakan representasi getaran yg diakibatkan CB. Palu itu terhubung dengan tuas dan barbel, yang dapat ditarik dari jarak jauh dengan tambang. Cukup sehat untuk melakukan pengujian seperti ini, tapi juga cukup mengganggu penghuni lab lainnya dengan suara-suara pukulan tadi. Paul ternyata juga merasa kurang sreg dari segi estetikanya, sementara ketidaksetujuan saya ada pada ketidak-terukuran pukulan yang diberikan oleh palu tersebut.
Bagaimanapun, energi yang ditransfer kepada partikel di dalam kompartemen menjadi tidak terukur. Lagi-lagi ini menurut saya. Sehingga sedari awal saya mohon untuk dipasangkan accelerometer untuk mengukur besaran getaran yang terjadi pada GIS setiap pukulan diberikan. (setelah sebelumnya dengan konyol, saya mencoba mengukurnya menggunakan accelerometer di HP nokia saya -- for the shake of knowledge !!)
Setelah melalui proses tanya sana-sini, dan pengadaan, akhirnya 2 hari lalu accelerometer tersebut hadir. Wim membantu memasangkan, tidak lepas dia memodifikasi setup-mengubah barbel-norak kami dengan beban berbentuk persegi yang terpasang lebih rapi.
Wim sedang membantu memasang sensor accelerometer
Dari sebuah paper, saya membaca kalau getaran maximum yang pernah diukur pada GIS level 550 kV sebesar 30 G pada komponen Circuit Breaker. Dan pukulan palu yang diberikan selama ini mayoritas ternyata lebih dari 80 G, artinya itu tidak representatif dengan kondisi real di lapangan.
Melalui setup baru ini getaran yang dihasilkan palu-sakti kami dapat dikontrol pada range 15-50G. Beberapa kesimpulan baru dapat dibuat, diantaranya: posisi partikel di dalam kompartemen berhubungan dengan besaran G-force yang dibutuhkan partikel utk mulai melompat; dan sekarang saya bisa hakul yakin bahwa memang getaran dengan level tertentu di kondisi real di lapangan mampu membantu partikel utk berdiri dan melompat-lompat.
Ini mengakhiri perdebatan saya dengan daily supervisor saya, juga memberi satu senyum bagi Paul di sore hari tadi, sekitar 1 jam sebelum seperti biasa Paul mengusir kami dari lab, dan khusus bagi saya dia akan bilang: "this is already selamat makan time, you must leave, cepat-cepat !"
No comments:
Post a Comment