Sunday, November 14, 2010

Hair Maintenance ..

Posting foto meniru gaya "gayus" memakai wig di facebook membuat diriku tertawa dan berpikir sejenak tentang gaya rambutku sendiri. Iya, gaya rambut yang kuanut merupakan gaya klasik yang sudah bertahan lebih dari 20 tahun di kehidupanku. Berapa banyak di muka bumi ini cowok memiliki belahan sisir ke kiri gaya pon-lem, poni lempar yang sempat tren di era 80-an. Rekam jejak masa lalu, lewat foto2 masa kanak-kanak menunjukkan pola yang kurang lebih sama: poni - dahi lebar. Fungsinya pun masih sama, semacam lapisan "ozon" yang melindungi dahi (dan sekitarnya) agar tetap terasa hangat, juga menutupi tanda-bocor-karena-jatuh- masuk-got ketika masa kanak-kanak (mirip Harry Potter lah).  

Sama seperti ozon, dari tahun ke tahun ketebalannya pun semakin menipis, salah satu penyebabnya (mengutip "mbak2" salon) karena pola menyisir dengan konsentrasi torsi rambut di titik tertentu, sehingga laju degradasi di satu area lebih cepat dari area lain. Analisis lain (dari kawan dekatku) mengatakan bahwa penyebabnya adalah kebiasaan bergonti-ganti shampo (10 tahun lebih hidup mandiri menyebabkan jenis shampo disesuaikan dengan kondisi keuangan).

Terkait shampo ini, aku masih mengikuti nasehat salah satu kawan yang menyarankan agar digunakan shampo dengan daya hazard rendah (ditambah pula asupan gizi lebih banyak sayur-sayuran -- tidak sebatas kupat tahu dan gehu).



Mungkin sekarang tiba saatnya bagiku untuk berganti gaya rambut, walau tidak mudah  merubah apa yg sudah terjadi selama puluhan tahun. Hal ini perlu dilakukan dalam rangka cagar rambut..(halah) Seingatku dalam sejarah perjalanan hidup, hanya ada 3 momen dimana diriku mengganti total gaya rambutku     (gundul.red), yaitu:
1. Ketika masih bayi (salah satu adat potong rambut)
2. Ketika pendadaran Pramuka SMA
3. Ketika Oshim HME di kampus

hari ini akan kucoba  mengganti dengan model baru: belah kanan.