Friday, November 26, 2010

Jurnal Hari ke-100

Meniru gaya-gaya pejabat bila baru dilantik, maka diadakan evaluasi setelah 100 hari. Kenapa 100 hari? itu karena 100 angka cantik, jarang sekali waktu SD saya mendapat nilai sempurna seperti itu, atau angka 100 tertanam beberapa kali mulai dari acara seperti Cerdas Cermat, ataupun poin yang diperoleh bila berhasil menebak satu jawaban di acara kuis-kuis.

100 hari lalu saya tiba di Delft, setelah menempuh perjalanan belasan jam dari Republik Indonesia meninggalkan sanak saudara dan kawan-kawan tercinta. Niatannya mulia, sebagai "pegawai tugas belajar" dari PT. PLN (Persero) mengambil program Studi Master Electrical Power Engineering. Hari-hari menjelang keberangkatan adalah hari-hari hectic, yang hingga H-1 saya masih sibuk mengangkut barang2 dari kos-kosan Bandung dan memindahkannya menuju Bogor (yang dalam perjalanan pulang saya kena tilang karena melanggar lampu merah), 3 hari menjelang keberangkatan, saya pun masih ditodong orang2 administratif di UPT untuk menyelesaikan berkas2 yang belum selesai saya urus. Pamit sana-sini, dan diberi kenang-kenangan berupa jam tangan oleh kawan2 Renev di UPT Bandung Barat. Terima kasih.

Hari-hari pertama disini adalah hari-hari pengkondisian diri, mengikuti kegiatan Introduction Week yang membuat kaki gempor, jalan berkilo-kilo meter untuk mengetahui beberapa bagian dari Kota Delft. Saya harus berterima kasih pada senior-senior PLN yang ada disini, karena saya mendapat barang-barang warisan yang membuat kehidupan menjadi lebih mudah, seperti: Rice Cooker, Printer, Sepeda, uleg-an, piring, sendo garpu, kabel LAN, materi-materi kuliah, juga pastinya beragam tips untuk survival.

Memasuki fase-fase awal kuliah merupakan saat-saat kritis. Mengikuti kurva bath-tub, kalau banyak kegagalan terjadi di fase infant, sama seperti kegiatan belajar, titik awal belajar adalah kondisi kritis. Apalagi, saya sudah grogi duluan sebelum mulai belajar. Mata kuliah disini adalah benar-benar baru bagi saya. Electrical Machines and Drives, Power System Analysis, Power Electronic Components dan HV Construction. Namun, setidaknya dalam 5 tahun lebih saya bekerja di PLN, banyak istilah yang sudah sering saya dengar, yang sudah beberapa kali saya baca di dalam paper, atau juga mendengar melalui presentasi-presentasi ataupun kursus yang pernah saya ikuti. Saya sadari, bila sekarang saatnya utk belajar lebih dalam dan ke dalam skala detil.

Sinkroninsasi pola kehidupan belajar dan kehidupan, perlahan mulai mencapai keseimbangan seiring hari yang bertambah, ilmu-ilmu baru kehidupan sudah terbiasa untuk dilaksanakan: seperti kemandirian membuang sampah, laundry, urusan ke bank, memakai mesin2 otomatis di kampus, juga lidah yang mulai bisa menerima makanan2 yang ada di sini. 

Walau mungkin hasil2 exam belum sempurna, namun saya mulai terbiasa dengan kegiatan pembelajaran disini, membaca buku, mencari literatur, mengerjakan tugas. Pastinya, tidak boleh menunda pekerjaan. Salah satu kebiasaan ketika saya belum tiba disini. Begitu ada tugas, antriannya harus jelas, langsung kerjakan, karena dapat dipastikan akan ada hadir antrian berikutnya.

Saat ini sudah setengah perjalanan kuarter 2, dan nampak di dalam jadwal ada berapa banyak exam yang akan dihadapi pada bulan Januari 2011 nanti, itu jumlahnya 2 kali lebih banyak daripada ketika kuarter 1. Jadi, secara linier, effort yang diberikan pun harus 2x lebih besar, minimal -- atau,  melalui metode yang lebih efisien (dan belajar dari pengalaman), effort tersebut mungkin tidak harus berhubungan linier seperti itu.

Di hari ke-100 ini saya meniatkan juga apa yang disebut "menata kembali kehidupan". Setelah beragam posisi transient pada bulan2 menjelang keberangkatan kesini, saya merasa Tuhan memberikan sebuah waktu bagi saya untuk melakukan evaluasi lebih dalam, dan melakukan pembenahan-pembenahan yang sering tertunda. 

Semangat !