Malam, jam 23.30, Master H sudah terlelap sebisa mungkin melewati masa jetlag. Besok subuh benar sudah harus berangkat katanya menuju Munich. Yang aku pandangi saat ini adalah produk gagal kami sore ini: tumpukan bakwan jagung. yang dari memandang saja sudah terbayang betapa berminyaknya produk kami, dan pastilah esok pagi siapapun enggan untuk menjadikannya sebuah sarapan.
Kalo di kampungku pasti ada kucing yang bisa dibagi untuk produk2 sisa/ gagal semacam ini, tapi sayang, disini gak semudah itu menemukannya. Kucing anjing disini terbiasa makanan kaleng yang harganya sama dengan cemilan manusia. Lalu tiba-tiba terbersit niat untuk melemparkannya pada angsa2 di kolam sentrum, aku tidak tahu apakah mereka menyukainya. Kita lihat saja besok.
No comments:
Post a Comment