Wednesday, October 27, 2010

Hari Listrik Nasional, Ultah PLN ke-65

Sudah 65 tahun PLN berdiri, semoga ke depan semakin baik. Aku teringat pesan Petinggi PLN, Pak Eddy Earning di malam tahun baru 2010, beliau memberikan perbandingan ttg berapa besar kapasitas daya yang dibangun selama 64 tahun PLN berdiri, dengan apa yang hendak dibangun dalam 5-8 tahun ke depan. Kalau dalam 64 tahun berdiri total daya mampu kita se Nusantara adalah sekitar 24 GW, maka dalam 5 tahun ke depan angkanya bertambah 2,5 kalinya (mudah2an angka2 ini tidak salah). Membangun 2,5 kali lebih besar dalam waktu 5/64 - 8/64 kalinya.  Itu baru berbicara kapasitas pembangkit (termasuk bagaimana supply bahan bakar, pembebasan lahan, dsb), yang tentunya akan berimbas pada pertambahan saluran transmisi dan juga distribusi. Belum lagi tantangan terletak pada jumlah pegawai yang berkurang karena pensiun dan peningkatan tuntutan kualitas dari pelanggan. 

Bersamaan dengan membangun, diikuti pula oleh pertambahan usia peralatan-peralatan yang sudah terpasang sebelumnya, hal ini menuntut kewaspadaan lebih. Analogi ini pula yang pernah aku sampaikan ke kawan-kawan di  UPT, menjawab bahwa, apa yang dihadapi saat ini sudah berbeda. Tantangan lebih berat. Banyak program-program internal yang dilaksanakan untuk mensukseskan tujuan itu. Tidak bisa lagi per orang bekerja dengan cara yang biasa; target luar biasa hanya bisa dicapai dengan cara yang luar biasa. Tidak hanya yang terkait hal2 hard kompetensi (kemampuan teknis, kerja otot), tapi juga soft kompetensi (integritas, semangat pembelajar, dsb).

PLN tengah bergerak cepat menuju perubahan yang lebih baik, setidaknya itu yang aku rasakan belakangan ini. Tidak satupun rasanya karyawan di PLN menghendaki terjadinya gangguan, baik yang menyebabkan pemadaman atau tidak, lebih-lebih bila terjadi di akhir pekan -- atau telepon berdering di dini hari saat tidur nyenyak di malam hari. Banyak kawan telah merasakan ini, dan menyadarinya sebagai konsekuensi pekerjaan.

Bila memang masyarakat belum terpuaskan, kurasa itu memang satu konsekuensi dari sebuah pekerjaan  pelayanan.   Melayani 220 juta penduduk Indonesia, bukankah itu sebuah kehormatan yang besar?

Maju terus PLN ! untuk Indonesia yang lebih baik.