Ini setidaknya harus kutulis, harus aku rekam gambarnya untuk tidak mengulangi 2 kali kesalahan yang sama di hari senin pagi, yaitu : amnesia lokal, tentang di ruang mana aku menaruh sepeda. Biasanya senin pagi akan dimulai dengan keberangkatan menuju kampus yang mepet2 benar menuju jam masuk kuliah, manalagi Dosen pengajar adalah Pollinder yang terkenal disiplin waktu. Rasanya seperti main game mencari Telur Paskah, tapi dengan boundary waktu. Seru, tapi juga merasa bodoh.
Maka dari itu, khusus untuk menjelang akhir minggu, aku akan memotret lokasi aku memarkir sepeda, sebelum masuk masa hibernasi di kamar 125 tercinta. Belanja dan jalan2 ke Hoven Passage, Albert Heijn tentunya tidak memerlukan sepeda, pun bila seandainya hendak mencapai Den Haag, cukup naik trem yang letaknya dekat dari Rolahola.
Ada 13 kamar menaruh sepeda, plus selasar dan parkiran di luar untuk menaruh sepeda. Sekalipun sepeda jagoan (dan warisan) bentuknya cukup antik, tapi itu bukan berarti dia unik, aku sempat berpikir untuk memiliki sepeda berwarna norak sehingga mudah mencarinya di parkiran sepeda; atau memasang semacam alarm mobil untuk mengetahui posisi dimana aku menaruhnya, tapi sepertinya lebay.
Modusnya seperti ini: pertama aku sudah yakin menaruh sepedaku di ruang X dan ternyata tidak ada di ruang tersebut, maka dimulailah permainan mencari telur paskah itu, mengintip setiap lorong dengan mengandalkan feeling. (dan pernah aku melakukan kegiatan ini bersama seorang mahasiswi cewek dari Cina di senin pagi.. untunglah, dan aku berpikir kalau aku bukan satu-satunya penderita amnesia lokal !)


No comments:
Post a Comment